Umroh Murah 2018

Umroh 212 Bersama Ust. Buchori Muslim

UMROH 212 | PT. Hijau Tumbuh Kembang Indonesia merupakan tempat pendaftaran umroh dan haji resmi dengan nomor izin resmi dari kementrian agama PPIU No.88 Tahun 2017, dikenal dengan tagline HTK TOUR & TRAVEL.

Dalam rangka memeriahkan syiar Ziarah ke tanah suci (Makkah & madinah) HTK Tour & Travel membuka program paket Umroh 212 yang akan di bimbing langsung oleh bendahara Presidium alumni 212 yakni Ust. Buchori Muslim.
Program umroh 212 ini dijadwalkan akan berangkat pada tanggal 21 bulan februari 2018 dengan harga yang relatif murah yakni hanya Rp.21.2 juta.

Paket umroh 212 ini akan menggunakan maskapai Ettihad / emirat / citilink / setaraf. Dengan fasilitas hotel berbintang 3 yakni, Makkah : Final rehab / Setaraf, Madinah : Mubarok silver / setaraf.

Harga yang sudah termasuk di dalam paket umroh 212 ini adalah sebagai berikut :
√ Tiket pesawat PP
√ Visa umroh (Sesuai kebijakan KSA)
√ Hotel makkah dan madinah
√ Catering 3 x sehari dengan menu indonesia
√ Buss City tour Full AC
√ Bagasi pesawat 25 Kg
√ Muthowwif tenaga professional
√ Air zamzam 5 L /pax

Sedangkan harga yang belum termasuk dalam program paket umroh ini adalah :
√ Pembuatan passpor
√ Suntik maningitis / Buku kuning
√ Kelebihan bagasi
√ Laundry hotel makkah & madinah
√ Telepon di saudi arabia
√ Surat mahrom
√ Surat lainnya jika diperlukan.

Untuk Informasi lengkap dan pendaftaran bisa langsung menghubungi :
021 29821522 | 082240002354
info@htktour.com

 

Tag : Umroh 212 | Umroh Murah 2018 | Umroh murah 2019  | 

Inilah Permasalahan Yang Sering Di Hadapi Penyelenggara Umrah

Inilah Permasalahan Yang Sering Di Hadapi Penyelenggara PHTK Tour & Travel Indonesia  | Permasalahan Penyelenggaraan Ibadah Umrah | Waiting list ibadah haji yang sangat panjang dan tingkat kemampuan ekonomi yang makin membaik, mendorong umat Islam Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah. Kondisi itu terlihat dari jumlah jamaah umrah yang setiap tahun terus menunjukkan peningkatan.“Kami sudah berpikir keras bagaimana caranya agar kasus umroh makin banyak agar masyarakat terhindar dari biro-biro perjalanan yang tidak bertanggung jawab karena ternyata jamaah umroh bukan berkurang tetapi terus bertambah,” kata Kasubdit Pembinaan Umrah Kemenag, Muhammad Arfi Hatim.

Data yang tercatat dipihaknya menunjukkan jamaah umroh pada 2013 sebanyak 548.509 jamaah. Jumlah itu naik di 2014 menjadi sebanyak 632.803 jamaah, 2015 sebanyak 687.249 jamaah, dan sampai Juli 2016 sebanyak 584.924 jamaah. “Saya perkirakan sampai Desember 2016 jamaah umroh mencapai 700 ribu jamaah,” ujarnya.

Arfi Hatim mengatakan, pihaknya baru saja menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh-tokoh agama dan media untuk membahas sejumlah regulasi yang akan diterbitkan oleh Kementerian Agama terkait penyusunan pedoman kerja penyelenggaraan ibadah umrah. Dia mengatakan, FDG itu dimaksudkan sebagai tindaklanjut pertemuan dengan Bareskrim Polri tentang banyaknya kasus penyelenggaraan umrah dari tahun ke tahun dengan pola kasus serupa yang berulang.

Dikatakan Arfi, dibalik makin banyaknya jamaah yang mendaftar untuk menunaikan ibadah umrah, ternyata menyisakan setumpuk permasalahan. Di antaranya adalah penyelenggara umrah yang tidak berizin, jamaah gagal berangkat, jamaah tertunda keberangkatannya, jamaah tertunda kepulangannya, jamaah sakit baik di negara transit atau di negara Arab Saudi, jamaah hilang, jamaah melarikan diri, visa umrah diberikan kepada penyelenggara umrah yang tidak berizin, harga tidak rasional, pelayanan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, penipuan, dan lain sebagainya.

“Padahal, di satu sisi, kita harus memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen. Sepanjang 2015 kita sudah menerima 46 laporan dari masyarakat. Kita berharap masyarakat mau melaporkan, tapi pada umumnya masyarakat takut seraya berharap tetap dapat diberangkatkan”, ujarnya.

Paket Umroh Murah 2018 | Umroh murah | Umroh 2017 | Umroh Hemat | Umroh Ibunda

Adapun rincian 46 permasalahan yang pernah ditangani antara lain tertunda kepulangan 15 kasus, tidak sesuai paket 2 kasus, gagal berangkat 5 kasus, sakit 9 kasus, penipuan 8 kasus, permohonan uang kembali 3 kasus, dan lain-lain 4 kasus.

Sesuai dengan Pasal 46 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2008, disebutkan penyelenggara perjalanan umroh yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) dikenakan sanksi administrasi sesuai tingkat kesalahannya, yang berupa peringatan, pembekuan izin penyelenggaraan, dan pencabutan izin penyelenggaraan.

Sumber : https://kabarkota.com/

Tag : HTK Tour | HTK Indonesia | Umroh Murah 2017 | Umroh Murah 2018 | Travel Umroh Bermasalah | Travel Umroh Nakal |